HEADLINE NEWS

Inter Milan Hancurkan Torino 5-0 di Pembuka Serie A 2025/26: Nerazzurri Unggul Telak, Granata Terpuruk


Milan, 26 Agustus 2025 – Musim Serie A 2025/26 resmi dimulai dengan pesta gol spektakuler di Stadion San Siro. Inter Milan, di bawah komando pelatih baru Cristian Chivu, membuka kampanye mereka dengan kemenangan meyakinkan 5-0 atas Torino pada Senin malam (25/8). 

Pertandingan ini menjadi babak pembuka yang sempurna bagi Nerazzurri, yang menunjukkan dominasi total sejak menit awal, sementara Torino tampak kebingungan dan tak berdaya sepanjang laga. 

Gol-gol dari Alessandro Bastoni, Marcus Thuram (dua kali), Lautaro Martínez, dan Ange-Yoan Bonny membuat suporter tuan rumah bernyanyi riang, sekaligus menandai awal yang menjanjikan untuk perburuan Scudetto musim ini.

Pertandingan ini berlangsung di hadapan ribuan penonton yang memadati San Siro, yang menjadi saksi bisu bagaimana Inter mengendalikan permainan dengan penguasaan bola mencapai 60,1 persen. Torino, yang datang dengan ambisi untuk mencuri poin dari sang juara bertahan musim lalu, justru terjebak dalam tekanan tinggi dan kesalahan bertahan yang fatal. 

Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin pertama bagi Inter, tetapi juga membawa mereka ke puncak klasemen sementara Serie A setelah pekan pertama. 

Sementara itu, Torino harus segera bangkit dari kekalahan telak ini, yang menjadi yang terburuk bagi mereka di laga pembuka sepanjang sejarah.

Rekap Pertandingan: Dominasi Inter dari Awal hingga Akhir

Kick-off berlangsung pukul 20:45 waktu setempat, dan Inter langsung menekan Torino dengan serangan cepat. Tim tuan rumah, yang kehilangan Hakan ÇalhanoÄŸlu karena akumulasi kartu dari musim lalu, tetap tampil solid dengan formasi 3-5-2 yang diterapkan Chivu. 

Pemain kunci seperti Nicolo Barella dan Henrikh Mkhitaryan mengatur tempo di lini tengah, sementara duet penyerang Marcus Thuram dan Lautaro Martínez menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Torino.

Gol pertama datang di menit ke-18, ketika Barella mengirim umpan silang akurat dari tendangan sudut. Alessandro Bastoni, bek tangguh Inter, dengan cerdik menyundul bola ke pojok gawang kiper Vanja Milinkovic-Savic. 

Gol ini membuka keran serangan Inter dan membuat Torino terlihat panik. Torino mencoba membalas melalui serangan balik yang dipimpin Nikola Vlašić, tapi tembakan mereka lemah dan mudah ditangkap oleh kiper Yann Sommer.

Inter tidak berhenti di situ. Di menit ke-36, Petar Sucic memberikan assist brilian untuk Marcus Thuram, yang melepaskan tendangan keras rendah dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kiri gawang, membuat skor menjadi 2-0 saat turun minum. 

Babak pertama berakhir dengan keunggulan Inter yang telak, di mana mereka mencatatkan 9 tembakan ke arah gawang berbanding hanya 4 dari Torino. Penguasaan bola Inter mencapai 59,6 persen, dan mereka juga unggul dalam duel udara serta passing akurat.

Memasuki babak kedua, Torino berusaha bangkit dengan penggantian pemain, di mana pelatih Marco Baroni memasukkan Adrien Tamèze dan Zakaria Aboukhlal untuk menambah kreativitas. Namun, Inter justru semakin ganas. 

Di menit ke-52, kesalahan bertahan Torino dimanfaatkan Lautaro Martínez, kapten Inter, yang menyambar bola longgar di kotak penalti dan menaklukkan Milinkovic-Savic dengan tendangan klinis. Skor 3-0 ini membuat Torino kehilangan semangat, dan suporter Granata mulai meninggalkan stadion lebih awal.

Inter terus menekan, dan di menit ke-62, Bastoni kembali berperan sebagai playmaker dengan umpan silang yang dikonversi menjadi gol kedua Thuram melalui sundulan keras. Thuram, yang tampil gemilang sepanjang laga, menjadi bintang pertandingan dengan dua golnya. 

Gol keempat ini membuat skor menjadi 4-0, dan Torino tampak sudah menyerah. Chivu melakukan rotasi dengan memasukkan Carlos Augusto dan Ange-Yoan Bonny di menit ke-66 dan 67, dan keputusan ini terbukti tepat.

Puncaknya terjadi di menit ke-72, ketika Bonny, pemain muda yang baru bergabung, mencetak gol debutnya di Serie A. Ia memanfaatkan kekacauan di pertahanan Torino setelah umpan dari Mkhitaryan, dan dengan tenang menyuap bola ke gawang kosong. 

Skor akhir 5-0 mencerminkan superioritas Inter, yang mencatatkan 20 tembakan (9 on target) berbanding 12 (4 on target) dari Torino. Tidak ada kartu kuning yang dikeluarkan wasit Federico La Penna, menandakan pertandingan yang relatif bersih meski intens.

Secara statistik, Inter mendominasi dalam hampir semua aspek: 6 tendangan sudut berbanding 5, 4 saves Sommer berbanding 4 dari Milinkovic-Savic, dan zero yellow cards untuk kedua tim. 

Ini adalah kemenangan terbesar Inter atas Torino sejak musim lalu, dan menegaskan bahwa Nerazzurri siap bersaing untuk gelar setelah finis runner-up di musim 2024/25 di belakang Napoli.

Reaksi Pelatih dan Pemain: Chivu Puas, Baroni Kecewa

Pelatih Inter, Cristian Chivu, yang menggantikan Simone Inzaghi musim panas ini, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya pasca-laga. "Ini adalah malam yang luar biasa untuk kami. Para pemain menunjukkan semangat juang tinggi dan eksekusi yang sempurna. Thuram dan Martínez adalah kunci, tapi seluruh tim bekerja keras. 

Kami ingin membalas kegagalan musim lalu, termasuk kekalahan di final Liga Champions dari PSG," ujar Chivu dalam konferensi pers. Chivu, mantan bek legendaris Inter, menjadi pelatih asing pertama sejak Hector Cuper pada 2003 yang memenangkan laga pembuka Serie A.

Marcus Thuram, hat-trick hero potensial tapi puas dengan brace-nya, menambahkan, "Kami bermain sebagai tim. Torino adalah lawan tangguh, tapi hari ini milik kami. 

Ini awal yang bagus untuk musim panjang." Sementara itu, pelatih Torino Marco Baroni mengakui kekalahan ini sebagai pelajaran berharga. "Kami membuat terlalu banyak kesalahan di belakang. Inter lebih tajam, tapi kami harus belajar cepat. 

Musim masih panjang, dan kami akan bangkit," katanya. Kapten Torino, Vlašić, juga menyatakan kekecewaan: "Ini bukan Torino yang kami inginkan. Kami harus lebih solid."

Klasemen Sementara Serie A 2025/26: Inter Puncak, Torino Terbawah

Dengan kemenangan ini, Inter Milan sementara memimpin klasemen Serie A setelah pekan pertama, mengumpulkan 3 poin dengan selisih gol +5. Torino, sebaliknya, berada di posisi bawah dengan 0 poin dan selisih gol -5. Musim 2025/26 ini menyambut tiga tim promosi: Sassuolo (setelah degradasi tahun lalu), Parma, dan Como, sementara Monza, Venezia, dan Empoli terdegradasi dari musim sebelumnya. Napoli, juara bertahan, akan memulai kampanye mereka nanti, tapi Inter sudah memberikan pernyataan kuat.

Berikut adalah klasemen sementara Serie A setelah matchday 1 (berdasarkan hasil hingga 25 Agustus 2025). Beberapa pertandingan lain masih berlangsung atau baru dimulai, tapi Inter sudah unggul berkat margin gol terbesar:


Klasemen sementara ini akan berubah seiring berjalannya matchday 1 yang melibatkan 20 tim. Juventus mengalahkan Parma 2-0, Atalanta menang atas Monza 2-0, sementara tim seperti AC Milan dan Roma masih menunggu jadwal mereka. (Sumber: ESPN dan Wikipedia Serie A 2025/26).

Dampak Jangka Panjang: Inter Favorit Scudetto, Torino Harus Rebuild

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inter, yang musim lalu finis di posisi kedua dengan 81 poin, hanya tertinggal satu poin dari Napoli. Dengan skuad yang diperkuat pemain muda seperti Bonny dan pengalaman veteran seperti Martínez (yang sudah mencetak 100+ gol untuk Inter), Nerazzurri difavoritkan menjadi penantang utama gelar. 

Chivu, yang sempat dikritik setelah performa buruk di Club World Cup, kini mendapat dukungan penuh dari fans. Laga berikutnya melawan Udinese di San Siro akan menjadi ujian selanjutnya.

Bagi Torino, kekalahan 5-0 ini adalah yang terburuk di laga pembuka sepanjang sejarah mereka. Tim asal Turin ini finis ke-11 musim lalu dengan 44 poin, dan musim ini mereka bergantung pada VlaÅ¡ić serta Giovanni Simeone untuk bangkit. 

Baroni harus segera memperbaiki lini belakang, terutama setelah absennya Arnaut Ismajli karena cedera. Laga berikutnya melawan Genoa akan krusial untuk menghindari start buruk.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menandai awal era baru di Serie A, dengan Inter menunjukkan ambisi untuk merebut Scudetto yang lolos dari genggaman mereka musim lalu. 

Penggemar sepak bola Italia patut antusias menyambut musim yang penuh drama ini. Inter vs Torino bukan hanya kemenangan, tapi pernyataan: Nerazzurri siap mendominasi!

⚠️ Warning.!! Aturan Komentar:
  1. Sopan dan Menghargai – Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
  2. Fokus pada Topik – Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
  3. Gunakan Bahasa yang Baik – Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
  4. Tidak Mengiklankan – Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
  5. Patuhi Hukum – Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.

Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Home
Trending
Transfer
Search
Menu
Komentar 0 Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link